Breaking News! Harga Batu Bara Terbang 3% Lebih, Sentuh US$ 130

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara terbang setelah ambruk. Penguatan ini terjadi seiring dengan potensi peningkatan permintaan China menjelang tahun baru Imlek, melemahnya pasokan India yang berpotensi meningkatkan impor, dan harga energi Eropa serta AS yang menguat.

Merujuk pada Refinitiv, harga batu bara ICE Newcastle kontrak Februari ditutup di posisi US$ 134,2 per ton atau menguat 3,43% pada perdagangan Selasa (9/1/2024).

Penguatan ini menjadikan harga batu bara kembali berada di atas level psikologis US$ 130 per ton dan yang menjadi tertinggi sejak Januari 2024.

Harga batu bara menguat seiring dengan perdagangan di pasar batubara termal Asia yang berpotensi meningkat akibat permintaan Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek pada Februari, menurut S&P Global Commodity Insights.

Tahun Baru China atau imlek biasanya akan mendorong tingkat belanja, konsumsi, dan pariwisata. Hal ini akan mendorong industri memaksimalkan produksinya untuk memenuhi permintaan.

Lonjakan produksi dari pelaku industri akan memacu permintaan energi yang semakin tinggi, sehingga China sebagai konsumen batu bara terbesar dunia dapat mendorong kenaikan harga.

Masih di Asia, India sebagai konsumen batu bara terbesar kedua mengalami penurunan stok secara mingguan (week on week/wow) per 8 Januari 2024, menurut data CoalMint. Data menunjukkan beberapa perusahaan India raksasa mengalami penurunan stok.

Adani Enterprise melaporkan total stok 4,02 juta ton, turun 7% w-o-w. Adani Power melaporkan total stok pada 1,30 juta ton, mencerminkan penurunan 10% w-o-w. Tata internasional turun 5% menjadi 0,67 juta ton dan batu bara Agrawal menyusut 5% tersisa 0,66 juta ton.

Penurunan pasokan menjadikan India perlu meningkatkan stok untuk memenuhi kebutuhan listrik negaranya. Hal ini memungkinkan India meningkatkan impor, sehingga permintaan batu bara global meningkat dan turut mendorong kenaikan harga.

Kenaikan harga batu bara terjadi seiring dengan harga listrik Eropa yang menguat pada hari Selasa di tengah ekspektasi penurunan pasokan tenaga angin di seluruh wilayah dan permintaan yang sedikit lebih tinggi.

Harga listrik Eropa yang menguat menandakan antara adanya kenaikan harga komoditas energi atau peningkatan permintaan. Kenaikan harga gas akan turut mempengaruhi harga batu bara, karena pembeli beralih memilih komoditas energi yang lebih murah.

Tenaga listrik beban dasar Jerman untuk Selasa  naik 3,6% menjadi 113,5 euro per megawatt hour (MWh) pada 01.15 WIB.

Selain itu, gas alam berjangka AS naik sekitar 4% ke level tertinggi tujuh minggu pada hari Selasa di tengah perkiraan cuaca sangat dingin minggu depan yang akan meningkatkan permintaan ke rekor tertinggi.

Selain permintaan gas yang sangat tinggi, cuaca dingin yang ekstrem dapat menyebabkan penurunan produksi dengan membekukan sumur minyak dan gas, pipa, dan peralatan energi lainnya seperti yang terjadi di Texas pada bulan Februari 2021 dan di Appalachia pada bulan Desember 2022.

Menjelang musim dingin yang ekstrem ini, badai musim dingin yang dahsyat melanda bagian timur Amerika Serikat. Sejauh ini, badai tersebut telah mematikan listrik di lebih dari 302.000 rumah dan tempat usaha di sembilan negara bagian, menurut catatan Reuters.

Kenaikan harga batu bara juga ditopang oleh menguatnya harga  minyak mentah. Setelah ambruk pada Senin, harga minyak mentah dunia naik sekitar 2% pada Selasa kemarin. https://tahapapun.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*