Kumpul di Davos, Petinggi Dunia Prediksi Trump Menang Pilpres AS 2024

SHARE  

President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden participate in the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland. (Olivier Douliery/Pool via AP) Foto: Presiden Donald Trump (kiri) dan calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden (kanan) saat debat pertama calon presiden di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9/2020). (Olivier Douliery/Pool via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump disebut-sebut akan terpilih kembali menjadi Presiden AS dalam pemilu yang akan diadakan akhir tahun ini di Negeri Paman Sam. Konsensus ini mulai bermunculan dalam banyak percakapan pribadi pemimpin bisnis dan politik di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).

Melansir laporan DealBook The New York Times, di depan umum, para pemimpin bisnis global yang berkumpul di di Davos, Swiss, belum ingin memprediksi pemenang pemilihan presiden AS mendatang. Namun dalam percakapan pribadi dengan para eksekutif, mereka disebut memberikan jawaban lebih eksplisit: Mereka memprediksi Donald Trump akan menang dan meski banyak yang khawatir akan hal itu, petinggi dunia tersebut juga pasrah dan tak bisa melakukan apa-apa.

Baca: Media Asing Kembali Soroti Pilpres RI, Sebut Ini Soal Prabowo

Prediksi kemenangan Trump datang dalam berbagai bentuk. Banyak yang merujuk pada lanskap opini publik dan kondisi ekonomi, sosial dan politik di AS. Laporan DealBook menyebut seorang bankir senior mengatakan bahwa hanya perlu melihat jajak pendapat untuk mengetahui bahwa Trump berada di jalur yang tepat untuk menang.

Sementara itu, bankir nomor satu dunia, Jamie Dimon dari JPMorgan Chase, pun mendapat banyak perhatian atas komentarnya. Dalam wawancara dengan CNBC International, dia tidak memperkirakan Trump akan menang.

Dimon menyebut menurutnya setidaknya ada sebagian kebijakan yang diambil Trump yang setidaknya ada benarnya termasuk terbait NATO, imigrasi, ekonomi, Tiongkok, dan banyak lagi.

“Dia tidak salah mengenai beberapa isu kritis ini, dan itulah mengapa mereka memilih dia,” katanya.

Dimin juga menyatakan bahwa tidak memberikan perhatian kepada Trump dan pendukungnya dan hanya fokus pada hal negatif saja adalah sebuah kesalahan.

“Saya pikir pembicaraan negatif tentang MAGA ini akan merugikan kampanye [Presiden] Biden,” tambahnya.

Meski begitu, teriakan dari Davos kerap memprediksi hal yang salah. Kritik umum adalah bahwa forum tersebut merupakan kontra-indikator terhadap apa yang akan terjadi, sehingga ekspektasi mereka dapat menjadi pertanda baik bagi Biden atau rival Trump dari Partai Republik.

“Trump sudah menjadi presiden di Davos – dan ini merupakan hal yang baik karena konsensus Davos biasanya salah,” kata Alex Soros, putra George Soros, dalam sebuah panel.

Sedikit sejarah: Konsensus Davos adalah bahwa Hillary Clinton akan mengalahkan Trump pada tahun 2016, yang terbukti kebalikannya. Dan pada tahun 2020, pandangan umum adalah bahwa hanya ada sedikit risiko terhadap perekonomian, namun hanya menghitung bulan pandemihttps://outbackball.com/ melanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*