Ini Alasan Warga AS InginDonald Trump Jadi Presiden Lagi

SHARE  

Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat pesta jaga malam pemilihan pendahuluan presiden New Hampshire, di Nashua, New Hampshire, AS, 23 Januari 2024. (REUTERS/Mike Segar) Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat pesta jaga malam pemilihan pendahuluan presiden New Hampshire, di Nashua, New Hampshire, AS, 23 Januari 2024. (REUTERS/MIKE SEGAR)

Jakarta, CNBC Indonesia – Masih banyak warga Amerika Serikat (AS), terutama warga pemilih Partai Republik, merindukan kembalinya mantan Presiden Donald Trump ke tampuk kekuasaan Negeri Paman Sam.

Hal ini terlihat dari ratusan orang yang mengunjungi mantan Trump di Indianola, Iowa, sebuah kota kecil di selatan ibu kota negara bagian, Des Moines.Diketahui saat kunjungan Trump, daerah tersebut sedang dilanda cuaca buruk hingga suhu berada di mencapai titik terendah.

Baca: Sah! Malaysia Ganti Raja Baru, Crazy Rich Berharta Rp 89 T

Sehari menjelang kaukus Iowa, para pendukung Trump mengenakan topi dan kemeja Make America Great Again (MAGA) yang menampilkan foto dan memegang tanda Trump 2024 pada rapat umum kampanye.

Lebih dari tiga tahun setelah para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol AS untuk mencegah pengesahan kemenangan Presiden Joe Biden dan empat dakwaan pidana setelahnya, dukungan terhadap Trump di kalangan Partai Republik tetap stabil.

Baca: Kasus Baru Mobil Toyota, Fortuner-Innova Kena

George Hutton, seorang pendukung Trump dari negara tetangga Madison County yang menghadiri rapat umum pada sekitar awal Januari 2024, mengatakan lawan Trump di pemilihan presiden mendatang, yakni Gubernur Florida Ron DeSantis dan mantan utusan untuk PBB Nikki Haley, hanya membuang-buang waktu mereka.

“Saya pikir Trump akan memenangkan pemilu dengan lebih dari apa yang mereka perkirakan,” kata Hutton, mengacu pada pemilu di Iowa, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (31/1/2024).

Alasan Ingin Trump Menjabat Kembali

Meskipun bagi banyak orang Amerika, tahun-tahun kepemimpinan Trump ditandai dengan kekacauan, komentar-komentar yang menghasut, dan meningkatnya kefanatikan, para pendukung mantan presiden tersebut mendambakan saat-saat ketika ia berada di Ruang Oval Gedung Putih.

Pendukung Trump yang diwawancarai oleh laman yang sama menguraikan tiga alasan utama mengapa mereka mendukung mantan presiden tersebut, yakni perekonomian, rekor jumlah kedatangan migran di perbatasan selatan, dan ketidakstabilan global.

Kepribadian Trump yang ekstrovert dan permasalahan hukumnya juga menambah daya tariknya.

Namun saat ditanya mengapa tidak mempertimbangkan salah satu pesaing utama Trump, para pendukung mantan presiden tersebut mengatakan bahwa ia adalah sosok yang terkenal, dan mereka telah melihat cara ia memerintah.

“Kami hanya ingin negara kami kembali. Kami ingin keadaan kembali seperti saat dia menjadi presiden dan menjadi lebih baik,” kata Hutton.

Baca: “Kiamat” karena Laut Merah Kejadian, Angkutan Udara Resmi Kena

Pendukung Trump lainnya, David Brunell, juga setuju dengan komentar Hutton. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah mempertimbangkan kandidat Partai Republik lainnya karena Trump memiliki “rekam jejak yang baik dan sangat bermanfaat”.

Perang di Luar Negeri

Meskipun kebijakan luar negeri jarang menjadi isu utama dalam pemilu AS baru-baru ini, beberapa pendukung Trump menyebut perang di Ukraina dan Gaza sebagai akibat dari kebijakan buruk Joe Biden.

Sebagai presiden, Trump sangat pro-Israel. Dia memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, mengakhiri pendanaan AS untuk badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dan menjadi perantara kesepakatan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab yang mengabaikan upaya Palestina untuk menjadi negara.

Biden, yang menyebut dirinya seorang Zionis, juga memiliki komitmen yang sama terhadap Israel. Namun bagi para pendukung Trump, gejolak di kawasan ini bukan disebabkan oleh kebijakan spesifik, melainkan karakter.

Anggota Kongres Jim Jordan pada hari Minggu menyatakan bahwa perang di Ukraina tidak akan terjadi seandainya Trump masih menjabat.

“Kami beralih dari seorang pria di Ruang Oval pada masa Presiden Trump yang memproyeksikan kekuatan-memproyeksikan hal itu ke seluruh dunia- hingga Joe Biden,” kata Jordan kepada hadirin.

Blaine Melvin, penjaga taman di perguruan tinggi setempat tempat rapat umum berlangsung, menyesali keadaan dunia dan negara di bawah pemerintahan Biden.

“Ini adalah kejadian terdekat yang pernah saya lihat dalam Perang Dunia Ketiga,” katanya. “Itu konyol. Bahkan tidak ada yang https://outbackball.com/bertambah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*