Asia Panas! Korut Buat Senjata Baru Serang Korsel-AS

SHARE  

Serangkaian uji coba Korea Utara menembakkan rudal jelajah pada Selasa (30/1) waktu setempat. (via REUTERS/KCNA) Foto: Serangkaian uji coba Korea Utara (Korut) menembakkan rudal jelajah pada Selasa (30/1) waktu setempat. (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi Asia khususnya semenanjung Korea kembali panas. Terbaru, Korea Utara (Korut) memberi pernyataan soal uji coba sistem senjata terbaru guna melawan Korea Selatan (Korsel) dan sekutunya termasuk Amerika Serikat (AS).

Mengutip AFP, Korut mengatakan telah mengembangkan sistem kontrol baru untuk beberapa peluncur roket yang akan mengarah pada “perubahan kualitatif” dalam kemampuan pertahanannya. Akademi Ilmu Pertahanan Pyongyang disebut berhasil melakukan “uji kendali balistik yang menembakkan beberapa peluru peluncur roket kaliber 240 mm” Sabtu.

PILIHAN REDAKSIDonald Trump Buat Geger, Bakal Dorong Rusia Serang Negara-Negara NATOTimur Tengah Makin Berkecamuk, Minyak Melesat 5 Hari BeruntunUsia 70 Tahun, Menhan AS Tiba-Tiba Dilarikan ke RS

Peluncur roket baru sekarang akan dievaluasi ulang dan perannya di medan perang ditingkatkan,” muat media afiliasi pemerintah Korut, KCNA, dikutip Senin (12/2/2024).

Sebelumnya, Korut telah menyebut Korsel sebagai “musuh utama”. Negeri dengan nuklir tersebut menutup lembaga-lembaga yang didedikasikan untuk reunifikasi dan mengancam perang atas pelanggaran teritorial “bahkan 0,001 milimeter” saja.

Pemimpin Korut Kim Jong Un juga mengulangi pernyataan bahwa Pyongyang tidak akan ragu untuk “mengakhiri” Korsel jika diserang, Jumat lalu. Ia Seoul sebagai “negara musuh paling berbahaya dan pertama serta musuh bebuyutan yang tidak berubah-ubah”.

Januari lalu, Korut melepaskan serangan artileri di dekat dua pulau perbatasan Korsel. Ini memicu latihan penembakan oleh Seoul dan perintah evakuasi bagi penduduk.

Kim juga telah meningkatkan pengujian senjata, termasuk peluncuran rudal jelajah tahun ini. Para analis mengatakan senjata itu dapat dipasok oleh Korsel ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

Sementara itu, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol telah berjanji akan memberikan tanggapan keras jika Pyongyang menyerang. Ia menyerukan kepada militernya untuk “bertindak terlebih dahulu, lapor kemudian” jika terprovokasi.

Yoon yang bersifat hawkish telah memperkuat kerja sama pertahanan dengan AS dan Jepang sejak menjabat pada tahun 2022. Termasuk memperluas latihan bersama, untuk melawan ancaman Korut yang semakin https://outbackball.com/meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*