Sri Mulyani Pakai Istilah Baru ‘Friendshoring’, Ini Artinya!

SHARE  

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam acara peresmian Rusun ASN Kemenkeu di Jayapura, Papua, Kamis (1/2/2024). (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam acara peresmian Rusun ASN Kemenkeu di Jayapura, Papua, Kamis (1/2/2024). (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan istilah baru dalam paparannya di Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2024, Selasa (20/2/2024).

Dalam paparannya, dia menjelaskan bagaimana fragmentasi dunia saat ini telah menimbulkan pergeseran kebijakan rantai pasok, perdagangan, dan investasi global. Kondisi ini membalikan free trade menjadi ‘friendshoring’.

“Prinsip yang berlaku bukan lagi free trade maupun free investment agreement, tetapi menjadi “Friendshoring” yang mengacu pada geopolitical consideration atau di mana keberpihakan (dari sisi geopolitik) suatu negara,” ungkapnya dalam Instagram @smindrawati, dikutip Rabu (21/2/2024).

Lantas, apa sebenarnya maksud dari friendshoring?

Baca: Amerika-China Mulai Beda Arah Soal Suku Bunga, BI Ikut Mana?

World Economic Forum (WEF) mengungkapkan ‘friendshoring’ adalah praktik perdagangan yang berkembang di mana jaringan rantai pasokan terfokus pada negara-negara yang dianggap sebagai sekutu politik dan ekonomi.

Menurut artikel WEF, istilah perdagangan yang sedang populer ini muncul saat krisis ekonomi yang terjadi baru-baru ini dan ketegangan pada rantai pasokan global yang disebabkan oleh berbagai guncangan terhadap perekonomian global. Hal ini termasuk pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

Pada dasarnya, friendshoring mengacu pada pengalihan rute rantai pasokan ke negara-negara yang dianggap aman secara politik dan ekonomi atau berisiko rendah, untuk menghindari gangguan terhadap arus bisnis.

“Praktik ini telah memicu kekhawatiran komunitas internasional mengenai kemungkinan fragmentasi geo-politik lebih lanjut dan deglobalisasi perekonomian dunia – menurunnya saling ketergantungan antar negara, institusi dan perusahaan global,” tulis WEF.

Salah satu contoh friendshoring, yakni kebijakan pemerintah AS. Tahun lalu, AS menekankan niatnya untuk mendapatkan komponen dan bahan baku dari negara-negara ‘sahabat’ yang memiliki nilai-nilai bersama untuk meningkatkan keamanan produksi dalam negeri. Saat itu, Menteri Keuangan Janet Yellen menggunakan istilah ini.

Baca: China Blokir, Joe Biden Bangun Pabrik Chip di Tetangga RI

“Daripada terlalu bergantung pada negara-negara di mana kita mempunyai ketegangan geopolitik dan tidak dapat mengandalkan pasokan yang berkelanjutan dan dapat diandalkan, kita perlu benar-benar mendiversifikasi kelompok pemasok kita,” kata Yellen.

“Friendshoring berarti… bahwa kita memiliki sekelompok negara yang memiliki kepatuhan yang kuat terhadap serangkaian norma dan nilai… dan kita perlu memperdalam hubungan kita dengan mitra-mitra tersebut dan bekerja sama untuk memastikan bahwa kita dapat memenuhi kebutuhan kita akan sumber daya yang penting,” tegasnya tahun lalu.

Dalam situasi ketidakpastian global tersebut, Sri Mulyani memastikan Indonesia masih tetap mampu menjaga perekonomiannya. Ekonomi Indonesia masih tumbuh di sekitar 5% selama 8 kuartal berturut-turut, di mana pertumbuhan ini juga terjadi merata di seluruh wilayah.

“Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2024 akan lebih baik, namun kita juga harus tetap waspada agar Indonesia bisa tetap maju dan terhindar dari jebakan middle income trap,” tegasnya.

Untuk itu, Sri Mulyani menambahkan pada tahun ini, APBN masih akan tetap jadi instrumen andalan dalam melindungi masyarakat, melanjutkan berbagai agenda pembangunan, serta menjadi solusi untuk menjawab berbagai masalah https://outbackball.com/struktural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*