Lembaga AS Blak-blakan Soal Nasib RI Jika Prabowo Jadi Presiden

SHARE  

Prabowo Subianto. (Instagram/prabowo) Foto: Prabowo Subianto. (Instagram/prabowo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Dua lembaga pemikir ternama asal Amerika Serika (AS), Foreign Policy (FP) dan Brookings, mengulas nasib Indonesia bila berada di tangan Prabowo Subianto. Hal ini terjadi setelah Prabowo unggul di quick count dan real count pemilihan presiden (pilpres) 14 Februari lalu.

Lembaga pemikir FP mengulas hal ini dalam sebuah artikel berjudul ‘How Will Prabowo Lead Indonesia?’. Artikel itu membahas bagaimana Prabowo diuntungkan dalam kontestasi pilpres berkat dukungan yang dianggap diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana Prabowo juga mengangkat putra presiden, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presidennya.

FP mengatakan bahwa meski diuntungkan dengan dukungan Jokowi, saat ini Prabowo sudah menang dan tidak bergantung padanya lagi. Prabowo disebut dapat melanjutkan programnya sendiri tanpa intervensi.

PILIHAN REDAKSIBelajar dari 2 Tetangga RI yang Punya Program Makan Siang GratisDana BOS Jadi Opsi Pendanaan Makan Siang Gratis, Ini Penjelasannya!Bagi-Bagi Susu Gratis Pasokannya dari Mana? Prabowo Bisa Lakukan Ini

“Kebijakan ekonominya bersifat populis, seperti usulan untuk meningkatkan subsidi, khususnya program makanan sekolah yang akan meningkatkan defisit fiskal Indonesia,” tulis lembaga itu dalam artikel yang dirilis Rabu, (28/2/2024).

Di panggung internasional, FP menjelaskan bahwa Prabowo akan melanjutkan apa yang dilakukan oleh Jokowi. Contohnya adalah komitmennya untuk melanjutkan perlawanan terhadap undang-undang deforestasi Eropa.

“Orang-orang Eropalah yang memaksa kami menanam teh, kopi, karet, dan coklat. Dan sekarang Anda mengatakan kita sedang menghancurkan hutan kita? Anda menghancurkan hutan kami terlebih dahulu,” sebut Prabowo dalam sebuah forum.

Dari segi pandangan geopolitik, FP menganalisa bahwa Prabowo mungkin akan menganggap dirinya mirip dengan presiden kedua RI, Suharto, dan membentuk jalur yang independen di tengah rivalitas antara beberapa negara besar.

“Meskipun Indonesia dan China termasuk di antara negara-negara yang mengklaim pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan, Prabowo telah mendekati Beijing karena investasi mereka yang perlu proses yang sedikit dibandingkan investor Eropa.”

Sementara itu, hal serupa juga diulas oleh Brookings Institute. Dalam artikel berjudul ‘Reflection on Jokowi’s Legacy and Prabowo’s presidency’, lembaga itu mengulas bagaimana Prabowo akan melanjutkan program Jokowi seperti hilirisasi mineral serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Prabowo akan mendapat tekanan melanjutkan program kunci Jokowi: Indonesia Emas 2025, sebuah program pencapaian industrialisasi seabad setelah Indonesia merdeka,” tulis lembaga itu.

Prabowo juga dinilai akan menegaskan posisi Indonesia yang seimbang di tengah persaingan global antara China dan Amerika Serikat (AS)., “Prabowo akan tetap pragmatis sehingga ia akan terus menjaga hubungan dengan Beijing dan Washington.”

Meski begitu, Brooking menduga akan ada hambatan dalam pemerintahan Prabowo yakni korupsi. Lembaga itu menekankan Prabowo memiliki pekerjaan besar dalam menanggulangi korupsi agar iklim investasi tetap berjalan baik.

“Lebih lanjut, masa depan yang baik adalah ketikan pemerintah dapat menjaga kepentingannya dan iklim investasi juga tetap berjalan baik,” tambah lembagahttps://outbackball.com/ itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*